Kampus-kampus di Afghanistan akan Dipisahkan Berdasarkan Jenis Kelamin

Siswanto | BBC | Suara.com

Senin, 13 September 2021 | 12:22 WIB
Kampus-kampus di Afghanistan akan Dipisahkan Berdasarkan Jenis Kelamin
BBC

Suara.com - Kampus-kampus di Afghanistan akan dipisahkan berdasarkan jenis kelamin, dan aturan berpakaian terbaru akan mulai diterapkan, kata Taliban.

Menteri Pendidikan Tinggi, Abdul Baqi Haqqani, mengindikasikan perempuan diizinkan untuk mendapatkan pendidikan, tapi harus dipisahkan dengan laki-laki.

Dia juga mengumumkan mata pelajaran yang diajarkan kepada peserta didik di universitas akan ditinjau ulang.

Perempuan dilarang untuk mengenyam pendidikan dari sekolah sampai ke kampus ketika Afghanistan berada di bawah kekuasaan Taliban antara 1996 hingga 2001.

Baca Juga:

Taliban mengatakan, mereka tidak akan mencegah perempuan untuk mendapatkan pendidikan atau punya pekerjaan. Tapi sejak mereka mengambil alih kekuasaan pada 15 Agustus, mereka telah meminta semua perempuan--kecuali yang bekerja di sektor kesehatan--untuk tidak bekerja, sampai situasi keamanan terkendali.

Pengumuman mengenai kebijakan pendidikan tinggi ini diluncurkan hari Minggu kemarin, sehari setelah Taliban mengibarkan bendera mereka di istana presiden. Hal yang menandakan dimulainya pemerintahan baru. Mereka mengambil alih kekuasaan dari pemerintahan terpilih bulan lalu.

Kebijakan ini menandai sebuah perubahan yang signifikan dari praktik yang terjadi sebelum Taliban berkuasa. Ketika Taliban digulingkan pada 2001, sejak itu pula pelajar perempuan tak wajib mematuhi aturan berpakaian, dan kampus adalah ruang pendidikan bersama di mana perempuan dan laki-laki belajar berdampingan.

Tapi Haqqani tak menyesalkan perubahan kebijakan pendidikan ini. "Kami tak punya masalah untuk mengakhiri sistem pendidikan-campuran [laki dan perempuan]," katanya. "Mereka kan Muslim, dan mereka akan menerimanya."

Beberapa orang menilai bahwa aturan itu akan menyingkirkan perempuan untuk mendapatkan pendidikan, karena kampus-kampus tak punya sumber daya untuk menyediakan kelas terpisah. Namun, Haqqani bersikeras ada cukup tenaga pengajar perempuan, dan jika kurang, maka akan ada alternatifnya nanti.

"Ini semua tergantung pada kapasitas universitas," katanya. "Kami juga bisa menggunakan laki-laki sebagai pengajar yang mengajar dari balik tirai, atau menggunakan teknologi."

Siswa perempuan dan laki-laki juga akan dipisahkan mulai dari sekolah dasar sampai menengah, di mana sudah menjadi lazim dilakukan di seluruh Afghanistan.

Perempuan akan diwajibkan menggunakan jilbab, akan tetapi Haqqani tidak merinci apakah itu juga termasuk penggunaan cadar.

Baca Juga:

Menteri yang baru menjabat ini juga mengatakan, mata pelajaran di kampus-kampus akan ditinjau ulang. Dia mengatakan kepada wartawan bahwa Taliban ingin "menciptakan kurikulum yang masuk akal dan Islami sejalan dengan nilai-nilai Islam, nasionalis dan nilai-nilai sejarah, di sisi lain, mampu bersaing dengan negara-negara lain."

Pengumuman ini disampaikan setelah demonstrasi perempuan yang mendukung kebijakan gender Taliban di Universitas Pendidikan Shaheed Rabbani di Kabul, Sabtu lalu.

Ratusan perempuan, kebanyakan mereka menggunakan cadar hitam dan membawa bendera kecil Taliban mendengarkan pidato yang memuji rezim baru dan mengutuk mereka yang terlibat dalam aksi unjuk rasa di jalan-jalan yang menuntut perlindungan hak-hak perempuan.

Sejak Taliban digulingkan dari kekuasaannya pada 2001, kemajuan besar telah terjadi dalam peningkatan jumlah warga yang mendapatkan pendidikan, termasuk angka melek huruf - khususnya bagi perempuan.

Laporan terbaru dari UNESCO, menyebutkan bahwa jumlah perempuan yang mengenyam pendidikan dasar telah meningkat dari nol menjadi 2,5 juta orang dalam kurun waktu 17 tahun, atau saat Taliban tak berkuasa.


Laporan ini juga mengatakan angka melek huruf perempuan mengalami peningkatan dua kali lipat dalam satu dekade menjadi 30%.

Pemerintahan baru di bawah rezim Taliban juga menggantikan kementerian urusan perempuan dengan kementerian kebaikan dan kebajikan.

Kementerian ini dikhawatirkan akan menjadi pusat kebijakan menyebarkan polisi agama ke jalan-jalan untuk menegakkan hukum Syariah seperti masa kekuasaan Taliban sebelumnya. Mereka terkenal kerap memukul perempuan karena pelanggaran berpakaian tidak sopan dan pergi keluar rumah tanpa wali laki-laki.

Banyak wanita profesional terkemuka meninggalkan Afghanistan sebagai antisipasi kelompok itu kembali berkuasa. Penyanyi pop terkenal di negara itu, Aryana Sayeed meninggalkan Afghanistan dengan pesawat kargo AS, dan sutradara film terkenal Sahraa Karimi dievakuasi ke Ukraina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?

Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?

News | Sabtu, 28 Februari 2026 | 21:49 WIB

Kenapa Pakistan Deklarasikan Perang ke Afghanistan? Ini 5 Faktanya

Kenapa Pakistan Deklarasikan Perang ke Afghanistan? Ini 5 Faktanya

News | Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:43 WIB

Pakistan Bombardir Kabul, Konflik dengan Afghanistan Memasuki Fase Perang Terbuka

Pakistan Bombardir Kabul, Konflik dengan Afghanistan Memasuki Fase Perang Terbuka

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 15:04 WIB

Review Film 13 Days, 13 Nights: Ketegangan Evakuasi di Tengah Badai Taliban

Review Film 13 Days, 13 Nights: Ketegangan Evakuasi di Tengah Badai Taliban

Your Say | Minggu, 14 Desember 2025 | 18:40 WIB

Afghanistan Pulihkan Akses Internet 48 Jam Setelah Penutupan Taliban

Afghanistan Pulihkan Akses Internet 48 Jam Setelah Penutupan Taliban

News | Rabu, 08 Oktober 2025 | 17:45 WIB

Peluru Taliban yang Menyalakan Perjuangan Malala untuk Pendidikan

Peluru Taliban yang Menyalakan Perjuangan Malala untuk Pendidikan

Your Say | Rabu, 27 Agustus 2025 | 10:59 WIB

Taliban Promosikan Pariwisata Afghanistan dengan Parodi 'Nyentrik': Berani Coba?

Taliban Promosikan Pariwisata Afghanistan dengan Parodi 'Nyentrik': Berani Coba?

Video | Kamis, 10 Juli 2025 | 16:40 WIB

Taliban Abaikan Separuh Populasi: UNICEF Desak Anak Perempuan Afghanistan Boleh Sekolah Lagi

Taliban Abaikan Separuh Populasi: UNICEF Desak Anak Perempuan Afghanistan Boleh Sekolah Lagi

News | Sabtu, 22 Maret 2025 | 21:23 WIB

Donald Trump Akan Larang Perjalanan dari Afghanistan dan Pakistan ke AS

Donald Trump Akan Larang Perjalanan dari Afghanistan dan Pakistan ke AS

News | Kamis, 06 Maret 2025 | 08:29 WIB

CCTV Taliban: Jaminan Keamanan atau Ancaman Baru bagi Perempuan Afghanistan?

CCTV Taliban: Jaminan Keamanan atau Ancaman Baru bagi Perempuan Afghanistan?

Video | Selasa, 04 Maret 2025 | 10:00 WIB

Terkini

Belanja Pegawai Mau Dibatasi 30 Persen APBD, Pemprov DKI Pastikan PPPK Jakarta Tak Dikorbankan

Belanja Pegawai Mau Dibatasi 30 Persen APBD, Pemprov DKI Pastikan PPPK Jakarta Tak Dikorbankan

News | Senin, 30 Maret 2026 | 07:14 WIB

Earth Hour 2026: Pertamina Hemat 9 MW Energi dan Tekan 2 Ton Emisi CO2

Earth Hour 2026: Pertamina Hemat 9 MW Energi dan Tekan 2 Ton Emisi CO2

News | Senin, 30 Maret 2026 | 07:11 WIB

Arus Balik Lebaran 2026 Melandai, Jasa Marga: 2,9 Juta Kendaraan Sudah Masuk Jakarta

Arus Balik Lebaran 2026 Melandai, Jasa Marga: 2,9 Juta Kendaraan Sudah Masuk Jakarta

News | Senin, 30 Maret 2026 | 07:03 WIB

Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia

Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:47 WIB

Aparat Israel Halangi Pemimpin Gereja Masuk Makam Kudus di Misa Minggu Palma

Aparat Israel Halangi Pemimpin Gereja Masuk Makam Kudus di Misa Minggu Palma

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:13 WIB

Pesawat AWACS E-3 Milik AS Hancur Kena Serangan Iran di Arab Saudi

Pesawat AWACS E-3 Milik AS Hancur Kena Serangan Iran di Arab Saudi

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 20:19 WIB

Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas

Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:33 WIB

Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo

Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:23 WIB

PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah

PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:05 WIB

Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor

Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 17:35 WIB